www.posbenua.id – Pada hari Senin, 25 Agustus 2025, acara “Indonesia Digital Bank Summit (IDBS) 2025” digelar di Jakarta dengan tema “Securing Economic Growth: Trusted Digital Finance as an Enabler of an Inclusive Economy”. Acara ini diselenggarakan oleh Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) dan bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara institusi keuangan dan penyedia layanan fintech di Tanah Air.
Ketua Umum Aftech, Pandu Sjahrir, menekankan pentingnya dialog di antara bank dan penyedia layanan pinjaman daring (pindar). Diskusi ini berfokus pada peningkatan keamanan transaksi dan perlindungan konsumen agar akses layanan keuangan dapat lebih diperluas, terutama bagi masyarakat yang selama ini belum terlayani.
IDBS 2025 dihadiri oleh lebih dari 400 pemimpin industri dari berbagai sektor, termasuk regulator, bank, fintech, dan penyedia teknologi. Dalam forum ini, mereka akan membahas solusi nyata untuk tantangan yang dihadapi dalam sektor keuangan saat ini.
Tujuan Penting IDBS dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomis
Acara ini bertujuan untuk menciptakan kemitraan strategis antara berbagai pemain di industri keuangan. Pandu menjelaskan bahwa penting untuk menjalin kolaborasi yang dapat berjalan lintas sektor, baik di antara bank digital, fintech, maupun sektor riil.
Dia juga menegaskan bahwa IDBS bukan hanya tempat berdiskusi, tetapi juga menjadi platform untuk membentuk solusi nyata guna kemajuan ekosistem digital Indonesia. Fokus utama acara ini adalah pada keamanan siber dan pencegahan penipuan melalui kerjasama intelijen.
Selain itu, desain produk keuangan yang inklusif dan arsitektur kolaborasi yang berkelanjutan juga menjadi topik hangat dalam diskusi tersebut. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem keuangan digital.
Pentingnya Inklusi Keuangan untuk Masyarakat Terdampak
Salah satu fokus IDBS adalah memperluas akses keuangan bagi mereka yang belum memiliki akses perbankan atau berada dalam kelompok underserved. Ini sangat penting untuk memberikan kesempatan yang lebih baik bagi masyarakat yang selama ini terpinggirkan.
Melalui teknologi cerdas dan inovasi, diharapkan produk keuangan yang ditawarkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Contohnya adalah pelaksanaan e-KYC yang lebih akurat untuk meningkatkan proses identifikasi nasabah.
Pandu Sjahrir juga menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat vital untuk memastikan inklusi keuangan berjalan dengan baik sehingga setiap orang dapat merasakan manfaat dari perkembangan digital di sektor keuangan.
Peran Fintech dalam Mendukung Ekosistem Keuangan Digital
Fintech memiliki peran krusial dalam membentuk ekosistem keuangan yang lebih inklusif. Menurut Direktur Utama penyedia fintech, kehadiran mereka dalam IDBS menunjukkan dukungan konkret terhadap visi inklusif yang diusung oleh Aftech.
Melalui teknologi yang inovatif, fintech dapat memberikan solusi yang lebih efisien dan terjangkau bagi masyarakat. Hal ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang bagaimana layanan tersebut dapat diakses oleh masyarakat luas.
Teknologi yang berbasis AI dan Big Data memungkinkan pemahaman yang lebih baik terhadap kebutuhan konsumen, sehingga produk yang dihasilkan dapat lebih sesuai. Kolaborasi ini memberikan harapan untuk menciptakan ekonomi yang lebih kuat dan adil.