www.posbenua.id – Kalina Ocktaranny baru-baru ini mencuri perhatian publik dengan langkah beraninya dalam dunia usaha. Mantan istri dari seorang figur publik ini memutuskan untuk mencoba peruntungannya membuka usaha es teler di pinggir jalan. Langkah tersebut tentu menarik, mengingat latar belakangnya dan bagaimana dia pernah terlibat dalam berbagai aspek kehidupan glamor.
Usaha yang dirintisnya ini tidak lepas dari dukungan putra tercintanya, Azka Corbuzier. Kalina mengungkapkan bahwa ia mendapatkan modal dari Azka sebesar Rp50 juta, yang digunakannya untuk memulai usaha ini. Reaksi dan dukungan yang ditunjukkan Azka juga menjadi sorotan tersendiri di kalangan masyarakat.
Pada dasarnya, keputusan untuk berjualan es teler menunjukkan sikap pragmatis Kalina dalam menghadapi kehidupan. Tidak hanya memanfaatkan modal dari anaknya, tetapi ia juga menjadikan usaha ini sebagai ajang belajar untuk dirinya dan Azka tentang kerja keras dan tanggung jawab.
Keputusan Berjualan Es Teler yang Menginspirasi
Kalina tidak hanya sekadar berjualan, tetapi ia ingin memberikan contoh kepada banyak orang, terutama generasi muda. Ia memberitahu Azka tentang niatnya untuk berjualan dan mendapatkan reaksi positif yang menguatkan keputusannya ini. “Aku kasih tahu, sayang uang dari Azka itu mamah pakai untuk usaha,” ungkapnya.
Reaksi anaknya menunjukkan betapa bijaknya Azka dalam memahami langkah yang diambil oleh ibunya. Kalina menggambarkan Azka berkata, “That’s good,” yang menunjukkan dukungannya terhadap langkah yang diambil. Dengan dukungan ini, Kalina merasa semakin termotivasi untuk mempertahankan usaha yang dimulainya.
Tidak bisa dipandang sepele, keputusan Kalina ini pun diharapkan dapat menginspirasi banyak orang. Ia menunjukkan bahwa tidak ada usia yang terlalu tua untuk memulai sesuatu yang baru. Kehidupan tidak hanya diukur dari status sosial, tetapi juga dari cara kita berkontribusi kepada masyarakat.
Dukungan Keluarga dalam Menghadapi Tantangan
Keterlibatan Azka dalam mendukung usaha ibunya menunjukkan betapa pentingnya hubungan keluarga. Kalina merasa terharu saat mengetahui anaknya dengan inisiatifnya sendiri memberikan bantuan uang untuk memulai usaha. “Ini adalah bentuk perhatian dan rasa tanggung jawab,” katanya.
Sikap tersebut seakan memberikan isyarat bahwa anak-anak seharusnya memiliki rasa peduli kepada orang tua. Kalina tidak hanya menggunakan uang tersebut untuk menjalankan usaha, tetapi juga mengajak Azka untuk belajar bersama dalam proses tersebut. “Aku gunakan uang dari anak aku,” ujarnya dengan bangga.
Ini menunjukkan dinamika yang sehat dalam sebuah keluarga. Setiap anggota saling mendukung dan memahami satu sama lain. Kalina berusaha menciptakan nilai-nilai positif semacam ini dalam keluarganya, dan harapan ini ditanamkan kepada Azka sejak dini.
Investasi Emosional Dalam Usahanya
Bagi Kalina, bukan hanya sekadar uang yang menjadi penting, tetapi makna dibalik bantuan yang diberikan oleh Azka. “Melihat anakku berinisiatif untuk membantu, itu adalah kebahagiaan yang tak ternilai,” ujarnya. Uang yang diberikan oleh anaknya tidak hanya sebagai modal, melainkan simbol cinta dan tanggung jawab.
Kalina menggambarkan moment ini dengan penuh haru. Dalam dirinya, ada perasaan bangga karena Azka sudah tumbuh menjadi anak yang peduli. “Aku bersyukur banget itu aku ini tangisan bahagia seorang ibu,” jelasnya, menunjukkan emosi yang mendalam saat menceritakan momen tersebut.
Kisah Kalina dan Azka ini adalah contoh nyata betapa pentingnya hubungan emosional dalam sebuah keluarga. Tak hanya terikat oleh darah, mereka saling memberi makna dan dukungan untuk menghadapi tantangan hidup secara berani dan penuh harapan.