www.posbenua.id – Ketua Komite Nasional Gerakan Pemerhati Kepolisian (GPK RI), Abdullah Kelrey, menyampaikan kritik terhadap pengalihan isu yang terjadi di tengah dinamika hubungan masyarakat dan institusi kepolisian. Dia menyatakan bahwa perhatian masyarakat seharusnya tetap tertuju kepada kinerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), bukan ke arah polisi.
Sikap ini dianggap perlu mengingat perlunya akuntabilitas dari para wakil rakyat. Dalam situasi seperti ini, kritik yang diarahkan kepada aparat penegak hukum justru bisa mengalihkan perhatian dari isu-isu pokok yang lebih penting.
Kelrey berargumen bahwa tidak semestinya masyarakat menjadikan polisi sebagai sasaran protes. Pengalihan fokus ini hanya menciptakan ketegangan baru di antara dua pihak, yaitu rakyat dan aparat.
Dinamika Kritik Publik Terhadap DPR dan Polri
Seiring dengan meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap kinerja wakil rakyat, kritik dari masyarakat seharusnya diarahkan kepada DPR. Namun, situasi terkini menunjukkan bahwa kepolisian justru menjadi target kemarahan masyarakat.
Kelrey menjelaskan, pengalihan fokus ini menciptakan narasi yang tidak sehat dalam masyarakat. Hal ini bisa mendorong masyarakat untuk tidak memperdebatkan bagaimana seharusnya DPR bertindak dan lebih fokus pada kesalahan yang dilakukan oleh polisi saat menjaga keamanan.
Dia menyarankan agar DPR tidak tinggal diam dan harus memahami bahwa tugas mereka adalah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dengan segenap upaya, DPR harus bisa menjadi lembaga yang dikritik dan dievaluasi dari dalam, bukan justru mengalihkan perhatian kepada aparat yang lain.
Situasi Tak Kondusif dalam Unjuk Rasa
Bentrokan terjadi dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung di Jakarta pada 28 Agustus 2025, menimbulkan korban jiwa dan kerusakan. Akibatnya, banyak pihak mulai meragukan efektivitas pengendalian situasi oleh aparat kepolisian.
Dalam konteks ini, Kelrey menekankan bahwa masyarakat tidak seharusnya serta-merta menyalahkan polisi. Menurutnya, polisi adalah bagian dari masyarakat yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban.
Dia mendorong agar publik berusaha menghindari konfrontasi yang tidak perlu dengan aparat. Dalam situasi yang emosional, penting bagi masyarakat untuk fokus pada tuntutan serta tujuan asli dari demonstrasi yang berlangsung.
Pentingnya Penyampaian Kritik yang Konstruktif
Hari Ulang Tahun DPR RI seharusnya dimanfaatkan sebagai momentum untuk menyampaikan kritik yang konstruktif. Kritik ini bisa mencakup berbagai aspek, termasuk kebijakan publik yang belum optimal dan kinerja para wakil rakyat.
Kelrey menjelaskan, kritik yang membangun akan memberi dampak positif bagi perbaikan kinerja DPR ke depan. Selama ini, banyak masyarakat yang merasa diabaikan karena aspirasi mereka tidak termaktub dalam kebijakan yang dihasilkan DPR.
Keberanian masyarakat untuk bersuara sangat penting dalam proses politik, tetapi cara penyampaiannya juga harus bijak. Mengalihkan isu kepada aparat penegak hukum hanya akan memperburuk kondisi yang sudah ada.